|
Praktek di dusun 2
|
Praktek di home industri
|
|
|
Praktek dusun 1
|
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
Senin, 23 Februari 2015
HUBUNGAN AKUNTANSI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
HUBUNGAN AKUNTANSI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN
A. TUJUAN PERUSAHAAN
Tujuan
perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya dan untuk
meningkatkan kekayaan bersih para pemegang saham. Tujuan lain perusahaan adalah
untuk mencinptakan lingkungan kerja yang baik,aman dan sejahtera bagi semua
karyawan perusahaan dengan memberikan gaji yang layak dan kesejahteraan yang
terbaik dari yang baik sehingga perusahaan menghasilkan produk (barang dan
jasa) yang mengungguli para pesaing dalam pemenuhan keinginan dan kebutuhan
konsumen, yang pada giliranya perusahaan meningkatkan pangsa pasar.
B. AKUNTANSI
Akuntansi
didefinisikan sebagai seni untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mencatak dan
menghasilkan laporan, yaitu laopran keuangan yang dapat digunakan oleh
pihak-pihak yang berkepentingan (STAKE HOLDERS) baik pihak didalam perusahaan
atau diluar perusahaan.
C. SISTEM
Sistem
adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
Kriteria
dalam sistem adalah :
1. Sistem harus dirangkan untuk
mencapai tujuan.
2. Elemen dari sistem harus memppunyai
rencana yang ditetapkan.
3. Elemen dalam sistem harus
berhubungan dan berkaitan dalam pencapaian tujuan organisasi pada umumnya dan
pencapaian divisi atau departement pada khususnya.
4. Unsur dasar dari proses (arus
informasi, energi dan material) lebih penting daripada element sistem.
5. Tujuan organisasi lebih penting dari
pada tujuan divisi atau tujuan departement.
D. MANAJEMEN
Manajemen
diartikan sebagai seni dalam proses perencanaan , pengorganisasian, pengarahan
dan pengendalian penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran
kinerja.
Fungsi
manajemen meliputi planning, orgizing, actuating dan controlling (POAC).
E. PENGENDALIAN (CONTROLLING)
Pengendalian
didefinisikan sebagai hubungan antara prosedur dan sistem yang berkaitan dengan
peencapaian tujuan perusahaan. Pengendlian akutansi meliputi :
1. Penyusunan anggaran dan perencanaan
berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan dan sebagai alat untuk mengukur
kinerja perusahaan.
2. Pelaksanaan rencana.
3. Pemantauan kinerja.
4. Mengavaluasi kinerja aktual terhadap
bencana.
5. Memperbaiki pengendalian terhadap
hal yang terjadi diluar situasi.
Konsep
pengendalian manajemen memberikan informasi mengenai kinerja manajer dan unit
bisnis atau divisi dan pengendalian stragik menghasilkan informasi yang
berhubungan dengan kinerja keuangan dan tingkat kompetisi perusahaan jangka
panjang.
F. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Sistem
pengendalian manajemen adalah suatu rangkaian tindakan dan aktifitas yang
terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus.
Committee of
Sponsoring Organization (COSO) memperkenalkan 5 element kebijakan dan prosedur
yang dirancang dan diimplementasikan untuk memberikan jaminan bahwa tujuan
pengendalian manajamen akan dapat dicapai.
5 element
pengendalian tersebut adalah :
1. Lingkungan pengendalian (control
environment).
2. Penilaian risiko manajemen
(management risk assessment).
3. Sistem komunikasi dan informasi
(information and comunication sistem).
4. Aktifitas pengendlian (control
activities).
5. Monitoring.
G. KETERBATASAN SISTEM MANAJEMEN
Beberapa
keterbatasan rangcangan menejemen puncak yang dapat diidentifikasikan antara
lain :
1. Kurang matangnya suatu perkembangan.
2. Kegegalan menjalankan perintah.
3. Pengabaian manajemen.
4. Adanya kelusi.
H. TUJUAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Tujuan
perancangan suatu sistem pengendalian manajemen adalah :
1. Diperolehnya keandalan dan
integritas informasi.
2. Kepatuhan pada kebijakan, rencana,
prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku.
3. Melindungi harta perusahaan.
4. Pencapaian kegiatan yang ekonomis
dan efisien.
I.
UNSUR-UNSUR
SISTEM PENGENDALIAN INFORMASI
Suatu sistem
pengendalian manajemen yang dapat diandalkan (reliable) harus memenuhi
unsur-unsur berikut :
1. Keahlian karyawan (pegawai) sesuai dengan
tanggung jawabnya.
2. Pemisahan tugas.
3. Sistem pemberian wewenang, tujuan
dan teknik serta pengawasan yang wajar untuk mengadakan pengendalian atas
harga, utang, penerimaan dan pengeluaran.
4. Pengendalia nterhadap penggunaan
harta dan dokumen serta formulir yang penting.
5. Periksa fisik harta dengan
catatan-catatan harta dan utang, atau yang benar-benar ada dan mengadakan
tindakan koreksi jika dijumpai adanya perbedaan.
J.
FUNGSI DAN
CONTROLLER
Controller
harus melakukan kegiatan akuntansi dan mengolah data keuangan menjadi informasi
yang bermanfaat bagi pemimpin perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat dan
mengumpulkan organisasi.
Fungsi-fungsi
dari controller adalah sebagai berikut :
1. Menyusun dan mengawasi semua catatan
akuntansi perusahaan.
2. Menganalisis biaya produksi.
3. Menganalisis biaya penjualan,
administrasi dan umum.
4. Menyusun anggaran perusahaan.
5. Memastikan bahwa semua harta
preusahaan telah diasuransikan.
6. Menyusun laporany ng berhubung
dengan pemerintah.
7. Memastikan bahwa penilaian
persediaan barang dagang sesuai dengan kebijakan.
8. Melakukan cek fisik persediaan.
9. Melakukan cek fisik aktiva tetap.
10. Memberikan nomor pada setiap aktiva
tetap.
11. Memastikan dan mengotorosasi
pengeluaran yang nilainya relatif tinggi.
12. Memperbaiki sistem dan standar
prosedur perusahaan.
13. Mengembangkan dan mengotorisasai
kebijakan dan prosedur akuntansi.
14. Membantu pimpinan dengan menyajikan
analisis dan membuat rekomendasi dari presepsinya untuk memecahkan masalah
organisasi
PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT KRISIS DAN PERILAKU
ORGANISASI
A. PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT YANG
TIDAK MENENTU
Pada saat
keadaan perekonomian yang tidak menentu, para manajer organisasi sangat sulit
untuk membuat perencanaan, baik perencanaan untuk 3 bulan apalagi untuk 1
tahun.
B. METODE UNTUK MENGHADAPI LINGKUNGAN
YANG TIDAK PASTI
Perusahaan
dapat menggunakan metode-metode yang sistematis untuk menghadapai lingkungan
yang tidak pasti, antara lain :
1. Memahami lingkungaan usaha
perusahaan.
2. Menyusun sebuah rencana.
3. Menjadi seorang pemimpin yang kuat.
4. Memperkuat tim.
5. Memahami kebutuhan perubahan yang
diperlukan akan bisnis.
C. KEPUTUSAN YANG BAIK
Untuk
mengambil sebuah keputusan diperlukan informasi yang mendukungnya, atau adanya
informasi yang lengkap, seorang manajer hanya membuat keputusan sberdasarkan
pengalaaman dan inti isi.
STRATEGI
A. PENGERTIAN
Menurut
Gerry Jhonson dan Kevan Scholles, strategi adalah the dirrection and scope of
an organization over thelong term, which achieves advantage for the
organization through its configuration of resources within a changing
environment, to meet the needs of markets and of fulfil stakeholder
expectations.
B. TINGKAT STRATEGI
Strategi
terdapat pada berbagai tingkatan dalam sebuah organisasi. Tingkatan strategi
dapat dibagi atas 3 bagian, yaitu :
1. Strategi korporat.
2. Strategi bisnis.
3. Strategi operasional/fungsional.
C. PROSES DAN MODEL PERUMUSAN STRATEGI
Proses
perumusan strategi terdiri dari 3 tahapan, yaitu :
1. Formulasi strategi.
2. Implementasi strategi.
3. Evaluasi dan pengendalian kinerja.
D. ANALISIS STRATEGI
1. Analisis LE PEST C.
2. Lima kekuatan PORTER.
3. Tiga strategi generik PORTER.
4. Strategi integrasi vertikal.
5. Analisis internal.
6. Analisis rantai nilai.
7. Matrik boston consulting group.
E. ANALISIS SWOT
Dalam
analisis swot diagnosis terhadap faktor-faktor lingkungan internal dan
faktor-faktor lingkungan external perlu dilakukan secara intensif.
Faktor-faktor internal perusahaan diindentifikasikan oleh kekuatan-kekuatan dan
kelemahan-kelemahanya sedangkan keadaan externalnya ditentukan oleh
peluang-peluang dan ancaman yang berada dalam lingkungan bisnisnya.
PUSAT TANGGUNG JAWAB - PUSAT PENDAPATAN
A. MANFAAT PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN
Organisasi
merupakan kumpulan dari berbagai pusat pertanggung-jawaban dengan tujuan :
1. Menyusun perencanaan, proses
pelaksanaan, alat pengendalian dan penilaian kinerja perusahaan.
2. Menyusun tugas dan tanggung jawab
yang jelas antara karyawan dan departement dalam perusahaan.
3. Mendelegasikan tanggung jawab dan
wewenang keapada karyawan dan departemen yang memiliki keahlian dan kompetensi.
4. Memudahkan untuk mencapai sasaran
organisasi.
5. Menumbuhkan motivasi terhadap unit
bisnis untuk meningkatkan kreativitas inovatif.
6. Melaksanakan pengendalian
pelaksanaan strategi manajemen secara efektif.
B. MENGUKUR PRODUKTIVITAS
Produktivitas
dapat diukur dengan rumus :
Produktivitas
=
Untuk
meningkatkan produktivitas makan dapat dilakukan dengan cara :
1. Meningkatkan jumlah unit output
dengan mengurangi jumlah input.
2. Meningkatkan jumlah unit output yang
melebihi peningkatan jumlaah unit input.
3. Menurunkan jumlah unit output yang
lebih kecil dari penurunan jumlah unit input.
4. Jumlah unit output adalah tetap tetapi
jumlah unit input yang menurun.
5. Jumlah unit output meningkat dan
jumlah unit input yang tetap.
C. EFISEIENSI DAN EFEKTIVITAS
Efesiensi
merupakan perbandingan antara keluaran dengan masukan atau jumlah keluaran yang
dihasilkan dari satu unit input yang dipergunakan.
Efektivitas
adalah hubungan antara keluaran suatu pusat pertanggung-jawaban dengan sasaran
yang harus dicapainya. Semakin besar kontribusi keluaran yang dihasilan
terhadap nilai pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan semakin
efektif pula unit tersebut.
Seorang
controller dapat menjadi produktiv jika :
1. Menyusun rencana.
2. Nilai tambah.
D. PUSAT PENDAPATAN (REVENUE CENTER)
Pendapatan
adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari kegiatanya, yang utamanya
dari penjualan priduk atau jasa kepada pelanggan pada pusat pendapatan selalu
dikaitkan dengan upaya departement penjualan dan departement pemasaran untuk
mencapai target pendapatan atau penjualan perusahaan.
E. DEPARTEMEN PENJUALAN DAN DEPARTEMEN
PEMASARAN
1. Departemen penjualan.
Yang menjadi
tanggung jawab dari departemen penjualan adalah mencapai target penjualan
perusahaan baik total nilai rupiah dan jumlah unit yang diujual per/sku (stop
keeping unit).
2. Anggaran penjualan.
Anggaran
penjualan merupakan alat dan peta untuk mencapai angka penjualan yang sudah
ditargetkan dan disepakati oleh organisasi.
3. Metode penyusunan anggaran.
Perusahaan
menyusun anggaran penjualan dapat digunakan metode sebagai berikut :
A. Metode non-kuantitatif.
B. Metode kuantitatif.
4. Departemen pemasaran.
Pemasaran
adalah hal yang penting bagi perusahaan karena maju mundurnya suatu perusahaan
tergantung pada berhasil atau tidaknya strategi pemasaran tersebut.
5. Peranan controller dalam bidang
pemasaran.
A. Melakukan segmentasi pasar.
B. Melakukan terget pasar.
C. Posisi.
D. Merumuskan bauran pemasaran.
E. Meningkatkan kemampulabaan.
F. Mengatur dan mengoptimalkan promosi.
G. Mongoptimalkan above the line
perusahaan.
PUSAT BIAYA
A. PENGERTIAN BIAYA
Biaya adalah
pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah
terjadi/kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan organisasai termasuk
harga pokok yang dikorbankan dalam usaha.
B. PERILAKU BIAYA
Pemahaman
mengenai prilaku biaya sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran, jika jumlah
produksi meningkat maka biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja berdasarkan
jumlah unit produksi meningkat.
C. PENGURANGAN BIAYA DAN PENGHEMATAN
BIAYA
Pengurangan
biaya (cost reduction) dan penghematan biaya (cost saving)
1. Pengurangan biaya.
Program
pengurangan biaya ditunjukan pada usaha-usaha untuk mengurangi atau menekan
biaya melalui penyempurnaan metode yang digunakan.
2. Penghematan biaya.
Dalam arti
luas, penghematan biaya meliputi pengurangan biaya secara bijaksana.
D. HUBUNGAN BIAYA DENGAN PRODUK
Biaya yang
terjadi dapat dikelompokan berdasarkan hubunganya dengan produk yaitu biaya
pabrikasi, biaya penelitian dan penghmatan dan biaya komersial.
1. Biaya pabrikasi
A. Biaya bahan
B. Biaya tenaga kerja.
C. Biaya over head pabrik.
2. Biaya penelitian dan pengembangan.
Biaya
penelitian dan pengembangan merupakan biaya yang tidak langsung dalam
perusahaan pabrik.
3. Biaya komersial.
A. Biaya pemasaran.
B. Biaya distribusi.
C. Biaya administrasi dan umum.
PUSAT LABA, PUSAT INVESTASI
A. MANFAAT PUSAT LABA
Perusahaan
yang menggunakan pusat laba memiliki manfaat keunggulan sebagai berikut :
1. Pusat laba mengharuskan disiplin
atas indentifikasi dan penyelesaian masalah.
2. Pusat laba menyediakan pengaharan
kesemua tingkatan manajemen.
3. Pusat laba meningkatkan kordinasi.
4. Pusat laba meningkatkan koordinasi
dan organisasi sehingga para manajer pada organisasi lebih bebas dan lebih
cepat untuk mengambil keputusan.
5. Pusat laba menyediakan suatu cara
untuk memperoleh ide dan kerjasama dari semua tingkatan manajemeen.
6. Pusat laba meiningkatkan kualitas
keputusan karena semua karyawan dalam organisasi sadar dan terlibat.
7. Pusat laba menyediakan suatu tolak
ukut untuk mengevaluasi kinerja aktual dan meningkatkan kemampuan dari
individu-individu.
B. KETERBATASAN PUSAT LABA
Keterbatasan
pusat laba antara lain
1. Sesama unit bisnis atau divisi
perusahaan yang semula bekerja sama menjadi saling bersaing untuk meningkaatkan
laba divisinya masing-masing.
2. Setiap divisi setiap laba diharuskan
membuat anggaran.
3. Pusat laba yang lazimnya melakukan
penyusunan perencanaan sehingga mengkonsumsi waktu yang banyak.
4. Pusat laba tidak mencerminkan
seluruh hasil kerja manajemen.
5. Pusat laba dipengaruhi oleh adanya
kekuatan- kekuatan external yang mempengaruhi bisnis.
6. Pusat laba memfokuskan perhatian
manajamen hanya pada cita-cita unit bisnis atau divisi.
7. Pusat laba harus memperoleh komitmen
dari manajemen puncak.
8. Penggunaan laba secara berlebihan
sebagai alat evaluasi.
9. Pusat laba melibatkan pekerjaan
tambahan sehingga memerlukan sumber daya yang lebih.
10. Pusat laba tidak menjamin bahwa
perusahaan akan meningkatkan laba secara keseluruhan.
C. PENGUKURAN LABA
Terdapat
beberapa konsep yang dapat digunakan untuk mengukur laba antara lain :
1. Laba kontribusi.
2. Laba langsung unit bisnis atau
divisi.
3. Laba terkendali unit bisnis atau
divisi.
4. Laba bersih sebeleum pajak unit
bisnis.
5. Laba bersih sesudah pajak unit
bisnis.
D. PUSAT INVESTASI
Pusat
investasi merupakan pertanggung jawaban berdasarkan tingkat laba yang
dihasilkan dan dikaitkan dengan besarnya investasi yang ditanamkan.
Investasi
diukur berdasarkan penciptaan laba yang dicapai oleh unit bisnis atau divisi
sebagai berikut :
1. Investasi diukur berdasarkan jumlah
aktiva.
2. Investasi diukur bersadarkan jumlah
utang dan modal.
3. Investasi diukur berdasarkan jumlah
modal sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)









