Senin, 23 Februari 2015

Praktek  di dusun 2
Praktek di home industri


Praktek dusun 1
IMAG5450.JPG
CIMG7391.JPG
IMG-20141219-00828.jpg
CIMG7524.JPG
IMG-20141219-02772.jpg
IMAG5461.JPG
CIMG7397.JPG
IMG-20141219-00833.jpg
CIMG7536.JPG
IMG-20141219-02796.jpg

HUBUNGAN AKUNTANSI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

HUBUNGAN AKUNTANSI DENGAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN

A.    TUJUAN PERUSAHAAN

Tujuan perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar besarnya dan untuk meningkatkan kekayaan bersih para pemegang saham. Tujuan lain perusahaan adalah untuk mencinptakan lingkungan kerja yang baik,aman dan sejahtera bagi semua karyawan perusahaan dengan memberikan gaji yang layak dan kesejahteraan yang terbaik dari yang baik sehingga perusahaan menghasilkan produk (barang dan jasa) yang mengungguli para pesaing dalam pemenuhan keinginan dan kebutuhan konsumen, yang pada giliranya perusahaan meningkatkan pangsa pasar.

B.     AKUNTANSI
Akuntansi didefinisikan sebagai seni untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, mencatak dan menghasilkan laporan, yaitu laopran keuangan yang dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (STAKE HOLDERS) baik pihak didalam perusahaan atau diluar perusahaan.

C.     SISTEM
Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
Kriteria dalam sistem adalah :
1.      Sistem harus dirangkan untuk mencapai tujuan.
2.      Elemen dari sistem harus memppunyai rencana yang ditetapkan.
3.      Elemen dalam sistem harus berhubungan dan berkaitan dalam pencapaian tujuan organisasi pada umumnya dan pencapaian divisi atau departement pada khususnya.
4.      Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting daripada element sistem.
5.      Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan divisi atau tujuan departement.

D.    MANAJEMEN
Manajemen diartikan sebagai seni dalam proses perencanaan , pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran kinerja.
Fungsi manajemen meliputi planning, orgizing, actuating dan controlling (POAC).



E.     PENGENDALIAN (CONTROLLING)
Pengendalian didefinisikan sebagai hubungan antara prosedur dan sistem yang berkaitan dengan peencapaian tujuan perusahaan. Pengendlian akutansi meliputi :
1.      Penyusunan anggaran dan perencanaan berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan dan sebagai alat untuk mengukur kinerja perusahaan.
2.      Pelaksanaan rencana.
3.      Pemantauan kinerja.
4.      Mengavaluasi kinerja aktual terhadap bencana.
5.      Memperbaiki pengendalian terhadap hal yang terjadi diluar situasi.
Konsep pengendalian manajemen memberikan informasi mengenai kinerja manajer dan unit bisnis atau divisi dan pengendalian stragik menghasilkan informasi yang berhubungan dengan kinerja keuangan dan tingkat kompetisi perusahaan jangka panjang.

F.      SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Sistem pengendalian manajemen adalah suatu rangkaian tindakan dan aktifitas yang terjadi pada seluruh kegiatan organisasi dan berjalan secara terus menerus.
Committee of Sponsoring Organization (COSO) memperkenalkan 5 element kebijakan dan prosedur yang dirancang dan diimplementasikan untuk memberikan jaminan bahwa tujuan pengendalian manajamen akan dapat dicapai.
5 element pengendalian tersebut adalah :
1.      Lingkungan pengendalian (control environment).
2.      Penilaian risiko manajemen (management risk assessment).
3.      Sistem komunikasi dan informasi (information and comunication sistem).
4.      Aktifitas pengendlian (control activities).
5.      Monitoring.

G.    KETERBATASAN SISTEM MANAJEMEN
Beberapa keterbatasan rangcangan menejemen puncak yang dapat diidentifikasikan antara lain :
1.      Kurang matangnya suatu perkembangan.
2.      Kegegalan menjalankan perintah.
3.      Pengabaian manajemen.
4.      Adanya kelusi.

H.    TUJUAN SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
Tujuan perancangan suatu sistem pengendalian manajemen adalah :
1.      Diperolehnya keandalan dan integritas informasi.
2.      Kepatuhan pada kebijakan, rencana, prosedur, peraturan dan ketentuan yang berlaku.
3.      Melindungi harta perusahaan.
4.      Pencapaian kegiatan yang ekonomis dan efisien.

I.       UNSUR-UNSUR SISTEM PENGENDALIAN INFORMASI
Suatu sistem pengendalian manajemen yang dapat diandalkan (reliable) harus memenuhi unsur-unsur berikut :
1.      Keahlian karyawan (pegawai) sesuai dengan tanggung jawabnya.
2.      Pemisahan tugas.
3.      Sistem pemberian wewenang, tujuan dan teknik serta pengawasan yang wajar untuk mengadakan pengendalian atas harga, utang, penerimaan dan pengeluaran.
4.      Pengendalia nterhadap penggunaan harta dan dokumen serta formulir yang penting.
5.      Periksa fisik harta dengan catatan-catatan harta dan utang, atau yang benar-benar ada dan mengadakan tindakan koreksi jika dijumpai adanya perbedaan.

J.       FUNGSI DAN CONTROLLER
Controller harus melakukan kegiatan akuntansi dan mengolah data keuangan menjadi informasi yang bermanfaat bagi pemimpin perusahaan untuk membuat keputusan yang tepat dan mengumpulkan organisasi.
Fungsi-fungsi dari controller adalah sebagai berikut :
1.      Menyusun dan mengawasi semua catatan akuntansi perusahaan.
2.      Menganalisis biaya produksi.
3.      Menganalisis biaya penjualan, administrasi dan umum.
4.      Menyusun anggaran perusahaan.
5.      Memastikan bahwa semua harta preusahaan telah diasuransikan.
6.      Menyusun laporany ng berhubung dengan pemerintah.
7.      Memastikan bahwa penilaian persediaan barang dagang sesuai dengan kebijakan.
8.      Melakukan cek fisik persediaan.
9.      Melakukan cek fisik aktiva tetap.
10.  Memberikan nomor pada setiap aktiva tetap.
11.  Memastikan dan mengotorosasi pengeluaran yang nilainya relatif tinggi.
12.  Memperbaiki sistem dan standar prosedur perusahaan.
13.  Mengembangkan dan mengotorisasai kebijakan dan prosedur akuntansi.
14.  Membantu pimpinan dengan menyajikan analisis dan membuat rekomendasi dari presepsinya untuk memecahkan masalah organisasi

PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT KRISIS DAN PERILAKU ORGANISASI

A.    PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA SAAT YANG TIDAK MENENTU
Pada saat keadaan perekonomian yang tidak menentu, para manajer organisasi sangat sulit untuk membuat perencanaan, baik perencanaan untuk 3 bulan apalagi untuk 1 tahun.

B.     METODE UNTUK MENGHADAPI LINGKUNGAN YANG TIDAK PASTI
Perusahaan dapat menggunakan metode-metode yang sistematis untuk menghadapai lingkungan yang tidak pasti, antara lain :
1.      Memahami lingkungaan usaha perusahaan.
2.      Menyusun sebuah rencana.
3.      Menjadi seorang pemimpin yang kuat.
4.      Memperkuat tim.
5.      Memahami kebutuhan perubahan yang diperlukan akan bisnis.

C.     KEPUTUSAN YANG BAIK
Untuk mengambil sebuah keputusan diperlukan informasi yang mendukungnya, atau adanya informasi yang lengkap, seorang manajer hanya membuat keputusan sberdasarkan pengalaaman dan inti isi.
STRATEGI

A.    PENGERTIAN
Menurut Gerry Jhonson dan Kevan Scholles, strategi adalah the dirrection and scope of an organization over thelong term, which achieves advantage for the organization through its configuration of resources within a changing environment, to meet the needs of markets and of fulfil stakeholder expectations.

B.     TINGKAT STRATEGI
Strategi terdapat pada berbagai tingkatan dalam sebuah organisasi. Tingkatan strategi dapat dibagi atas 3 bagian, yaitu :
1.      Strategi korporat.
2.      Strategi bisnis.
3.      Strategi operasional/fungsional.

C.     PROSES DAN MODEL PERUMUSAN STRATEGI
Proses perumusan strategi terdiri dari 3 tahapan, yaitu :
1.      Formulasi strategi.
2.      Implementasi strategi.
3.      Evaluasi dan pengendalian kinerja.

D.    ANALISIS STRATEGI
1.      Analisis LE PEST C.
2.      Lima kekuatan PORTER.
3.      Tiga strategi generik PORTER.
4.      Strategi integrasi vertikal.
5.      Analisis internal.
6.      Analisis rantai nilai.
7.      Matrik boston consulting group.

E.     ANALISIS SWOT
Dalam analisis swot diagnosis terhadap faktor-faktor lingkungan internal dan faktor-faktor lingkungan external perlu dilakukan secara intensif. Faktor-faktor internal perusahaan diindentifikasikan oleh kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahanya sedangkan keadaan externalnya ditentukan oleh peluang-peluang dan ancaman yang berada dalam lingkungan bisnisnya.

PUSAT TANGGUNG JAWAB - PUSAT PENDAPATAN

A.    MANFAAT PUSAT PERTANGGUNG JAWABAN
Organisasi merupakan kumpulan dari berbagai pusat pertanggung-jawaban dengan tujuan :
1.      Menyusun perencanaan, proses pelaksanaan, alat pengendalian dan penilaian kinerja perusahaan.
2.      Menyusun tugas dan tanggung jawab yang jelas antara karyawan dan departement dalam perusahaan.
3.      Mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang keapada karyawan dan departemen yang memiliki keahlian dan kompetensi.
4.      Memudahkan untuk mencapai sasaran organisasi.
5.      Menumbuhkan motivasi terhadap unit bisnis untuk meningkatkan kreativitas inovatif.
6.      Melaksanakan pengendalian pelaksanaan strategi manajemen secara efektif.

B.     MENGUKUR PRODUKTIVITAS
Produktivitas dapat diukur dengan rumus :
Produktivitas =
Untuk meningkatkan produktivitas makan dapat dilakukan dengan cara :
1.      Meningkatkan jumlah unit output dengan mengurangi jumlah input.
2.      Meningkatkan jumlah unit output yang melebihi peningkatan jumlaah unit input.
3.      Menurunkan jumlah unit output yang lebih kecil dari penurunan jumlah unit input.
4.      Jumlah unit output adalah tetap tetapi jumlah unit input yang menurun.
5.      Jumlah unit output meningkat dan jumlah unit input yang tetap.

C.     EFISEIENSI DAN EFEKTIVITAS
Efesiensi merupakan perbandingan antara keluaran dengan masukan atau jumlah keluaran yang dihasilkan dari satu unit input yang dipergunakan.
Efektivitas adalah hubungan antara keluaran suatu pusat pertanggung-jawaban dengan sasaran yang harus dicapainya. Semakin besar kontribusi keluaran yang dihasilan terhadap nilai pencapaian sasaran tersebut, maka dapat dikatakan semakin efektif pula unit tersebut.
Seorang controller dapat menjadi produktiv jika :

1.      Menyusun rencana.
2.      Nilai tambah.


D.    PUSAT PENDAPATAN (REVENUE CENTER)
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari kegiatanya, yang utamanya dari penjualan priduk atau jasa kepada pelanggan pada pusat pendapatan selalu dikaitkan dengan upaya departement penjualan dan departement pemasaran untuk mencapai target pendapatan atau penjualan perusahaan.

E.     DEPARTEMEN PENJUALAN DAN DEPARTEMEN PEMASARAN
1.      Departemen penjualan.
Yang menjadi tanggung jawab dari departemen penjualan adalah mencapai target penjualan perusahaan baik total nilai rupiah dan jumlah unit yang diujual per/sku (stop keeping unit).
2.      Anggaran penjualan.
Anggaran penjualan merupakan alat dan peta untuk mencapai angka penjualan yang sudah ditargetkan dan disepakati oleh organisasi.
3.      Metode penyusunan anggaran.
Perusahaan menyusun anggaran penjualan dapat digunakan metode sebagai berikut :

A.    Metode non-kuantitatif.
B.     Metode kuantitatif.

4.      Departemen pemasaran.
Pemasaran adalah hal yang penting bagi perusahaan karena maju mundurnya suatu perusahaan tergantung pada berhasil atau tidaknya strategi pemasaran tersebut.
5.      Peranan controller dalam bidang pemasaran.
A.    Melakukan segmentasi pasar.
B.     Melakukan terget pasar.
C.     Posisi.
D.    Merumuskan bauran pemasaran.
E.     Meningkatkan kemampulabaan.
F.      Mengatur dan mengoptimalkan promosi.
G.    Mongoptimalkan above the line perusahaan.

PUSAT BIAYA

A.    PENGERTIAN BIAYA
Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi/kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan organisasai termasuk harga pokok yang dikorbankan dalam usaha.

B.     PERILAKU BIAYA
Pemahaman mengenai prilaku biaya sangat diperlukan dalam penyusunan anggaran, jika jumlah produksi meningkat maka biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja berdasarkan jumlah unit produksi meningkat.

C.     PENGURANGAN BIAYA DAN PENGHEMATAN BIAYA
Pengurangan biaya (cost reduction) dan penghematan biaya (cost saving)
1.      Pengurangan biaya.
Program pengurangan biaya ditunjukan pada usaha-usaha untuk mengurangi atau menekan biaya melalui penyempurnaan metode yang digunakan.
2.      Penghematan biaya.
Dalam arti luas, penghematan biaya meliputi pengurangan biaya secara bijaksana.

D.    HUBUNGAN BIAYA DENGAN PRODUK
Biaya yang terjadi dapat dikelompokan berdasarkan hubunganya dengan produk yaitu biaya pabrikasi, biaya penelitian dan penghmatan dan biaya komersial.
1.      Biaya pabrikasi
A.    Biaya bahan
B.     Biaya tenaga kerja.
C.     Biaya over head pabrik.

2.      Biaya penelitian dan pengembangan.
Biaya penelitian dan pengembangan merupakan biaya yang tidak langsung dalam perusahaan pabrik.
3.      Biaya komersial.
A.    Biaya pemasaran.
B.     Biaya distribusi.
C.     Biaya administrasi dan umum.

PUSAT LABA, PUSAT INVESTASI

A.    MANFAAT PUSAT LABA
Perusahaan yang menggunakan pusat laba memiliki manfaat keunggulan sebagai berikut :
1.      Pusat laba mengharuskan disiplin atas indentifikasi dan penyelesaian masalah.
2.      Pusat laba menyediakan pengaharan kesemua tingkatan manajemen.
3.      Pusat laba meningkatkan kordinasi.
4.      Pusat laba meningkatkan koordinasi dan organisasi sehingga para manajer pada organisasi lebih bebas dan lebih cepat untuk  mengambil keputusan.
5.      Pusat laba menyediakan suatu cara untuk memperoleh ide dan kerjasama dari semua tingkatan manajemeen.
6.      Pusat laba meiningkatkan kualitas keputusan karena semua karyawan dalam organisasi sadar dan terlibat.
7.      Pusat laba menyediakan suatu tolak ukut untuk mengevaluasi kinerja aktual dan meningkatkan kemampuan dari individu-individu.

B.     KETERBATASAN PUSAT LABA
Keterbatasan pusat laba antara lain
1.      Sesama unit bisnis atau divisi perusahaan yang semula bekerja sama menjadi saling bersaing untuk meningkaatkan laba divisinya masing-masing.
2.      Setiap divisi setiap laba diharuskan membuat anggaran.
3.      Pusat laba yang lazimnya melakukan penyusunan perencanaan sehingga mengkonsumsi waktu yang banyak.
4.      Pusat laba tidak mencerminkan seluruh hasil kerja manajemen.
5.      Pusat laba dipengaruhi oleh adanya kekuatan- kekuatan external yang mempengaruhi bisnis.
6.      Pusat laba memfokuskan perhatian manajamen hanya pada cita-cita unit bisnis atau divisi.
7.      Pusat laba harus memperoleh komitmen dari manajemen puncak.
8.      Penggunaan laba secara berlebihan sebagai alat evaluasi.
9.      Pusat laba melibatkan pekerjaan tambahan sehingga memerlukan sumber daya yang lebih.
10.  Pusat laba tidak menjamin bahwa perusahaan akan meningkatkan laba secara keseluruhan.

C.     PENGUKURAN LABA
Terdapat beberapa konsep yang dapat digunakan untuk mengukur laba antara lain :
1.      Laba kontribusi.
2.      Laba langsung unit bisnis atau divisi.
3.      Laba terkendali unit bisnis atau divisi.
4.      Laba bersih sebeleum pajak unit bisnis.
5.      Laba bersih sesudah pajak unit bisnis.

D.    PUSAT INVESTASI
Pusat investasi merupakan pertanggung jawaban berdasarkan tingkat laba yang dihasilkan dan dikaitkan dengan besarnya investasi yang ditanamkan.
Investasi diukur berdasarkan penciptaan laba yang dicapai oleh unit bisnis atau divisi sebagai berikut :
1.      Investasi diukur berdasarkan jumlah aktiva.
2.      Investasi diukur bersadarkan jumlah utang dan modal.
3.      Investasi diukur berdasarkan jumlah modal sendiri.